Minggu, 02 Maret 2014

adverbia menggunakan bahasa melayu pelalawan



ADVERBIA
Pengertian adverbial adalah kata yang menberi keterangan tentang kata kerja  (verba ), kata sifat (adjektiva ), dan kata adverbial lainnya. Adverbia dalam bentuk bahasa indonesia, bahasa daerah Pelalawan, Riau.
Adverbia terdiri atas beberapa adverbia lagi baik itu adverbia tunggal, adverbia gabungan, dari segi sintaksisnya, dari segi semantiknya, konjungtif, pembuka wacana, dan kelas kata lainnya. Berikut adalah contoh dari beberapa adverbial :
1.      Lambat botul budak tu lai.
Pelan sekali anak itu lari.

2.      Buah manga tuh masam.
Mangga itu asam rasanya.

3.      Dio saban ai manangi.
Setiap hari dia menangis.

4.      Dai kocit anak ayam lah dapat bajalan.
Dari kecil anak ayam sudah bisa berjalan.

5.      Bau bungo kombang oumm.
Bunga yang baru mekar harum sekali.

6.      Baju nan dipakai nyo sengkat botul.
Baju yang dia pakai terlalu pendek.

7.      Panjang nyo tali tambang tuh.
Tali tambang itu panjang sekali.

8.      Kumbang yo tak mau ingap.
Kumbang saja tidak mau hinggap.

9.      Potang tadian nyo bau balik.
Sore tadi dia baru pulang.

10.  Potang kapotangan ai ujan.
Sore kemaren hari hujan.

11.  Motor tu sajo  laju
Mobil itu sangat cepat.

12.  Yang punyo ajo tak poi.
Yang  punya acara saja tidak ikut burangkat.
13.  Come nyo tasengol li.
Dia hampir terserempet.

14.  Agaknyo nyo uwang bau.
Kelihatannya dia orang baru.

15.  Nyo yang dapat maubahnyo.
Hanya dia yang dapat merubahnya.

16.  Dikau sebaiknyo poi dai siko.
Kamu sebaiknya pergi dari sini.

17.  Eloknyo ko diseak’an.
Baiknya ini dibuang.

18.  Agaknyo budak tuhnak poi.
Sepertinya anak itu mau pergi.


19.  Sabotulnyo budak tu elok.
Sebenarnya anak itu cantik.

20.  Nyo poi topatnyo jam 8 malam.
Dia pergi tepatnya jam 8 malam.

21.  Sasai jam sagiko lum jago.
Jam segini biasanya belum bangun.

22.  Yang dicai upunyo tak ado.
Yang dicari rupanya ntidak ditemukan.

23.  Tike tu talalu panjang.
Ukuran tikar itu terlalu panjang.

24.  Kakato nyo talampau tinggi.
Kata-katanya terlampau tinggi.

25.  Dai upunyo samacam bukan yo.
Dari pemampilannya seperti bukan dia.

26.  Bunyi nyo samakin nyaing.
Bunyi nya semakin nyaring.


27.  Logu tu mambuat kantuk.
Lagu itu membuat ngantuk.

28.  Bilo dikonak’an taaso sojuk dijangat.
Bila dipakai terasa lembut dikulit.

29.  Tesuntuh ati du nengoknyo.
Hatiku tersentuh melihat semua itu.

30.  Membuat tu polu pajuangan.
Membuat itu perlu perjuangan.

31.  Kaadaan nyo mambuat sapo nan manengok anyut.
Siapa yang melihat keadaannya akan hanyut.

32.  Nan poi cubo bakumpul !
Yang pergi harap berkumpul !

33.  Itu tamasuk kawajibannyo.
Hal itu termasuk kewajibanya.

34.  Lambat-lambat uwangnyo pun poi.
Pelan-pelan orangnya pun pergi.

35.  Nyo pandai bilo diajean.
Dia bisa jika diajarkan.

36.  Pak RT pacayo tu paampok.
Pak RT yakin itu perampok.

37.  Mostinyo tak aya dibaak li.
Seharusnya  itu tidak perlu dibawa.

38.  Botul-botul ajin budak tu.
Anak itu benar-benar rajin.


39.  Nyo sajo nan suko du talambat.
Dia paling suka terlambat. (adv. Kualitatif)

40.  Nyo bau mamikian cao nan topat.
Dia baru memikirkan hal yang tepat.

41.  Andi tak lambat tibo.
Andi akan segera datang. (adv. Kewaktuan)

42.  Kami akan tibo sacopatnyo.
Kami akan sampai secepatnya. (adv. Kecaraan )

43.  Sakode mamainkan kau ajo.
Sekedar untuk mempermainkan dirimu saja. (adv. Limitatif)

44.  Nan nyo boi cukup banyak palak.
Yang dia sumbangkan cukup banyak. (adv. Kuantitatif )

45.  Nyo kuang basukur.
Dia orangnya kurang bersyukur. (adv. Kualitatif)

46.  Kangkadang inyo tak mamandang kalau diimbau.
Kadang-kadang dia tidak melihat jika dipanggil. ( adv. Frekuentatif)

47.  Satiap manusio mosti akan mati.
Setiap manusia pasti akan mati. (adv. Keniscayaan)

48.  Saat bangun tidur tak taunyo lah jam 9 pagi.
Saat bangun tidur tahu-tahu sudah pukul 9 pagi. (adv. Deverbal )


49.  Mandonge suao tu cacopat kami poi dai situ.
Mendengar itu lekas-lekas meninggalkan tempat itu. (adv. Pengulangan kata dasar).

50.  Umaknyo ajo ampe tak takonal dik inyo.
Ibunya pun hampir tak dikenalinya.

Jumat, 14 Februari 2014

TUGAS VERBA



NAMA                        : YUNITA ELISNAWATI 
KELAS                       :  4C
TUGAS                       : VERBA ( KATA KERJA ),


             


VERBA (KATA KERJA )
Pengertian verba : verba merupakan unsur yang sangat penting dalam kalimat karena dalam kebanyakan hal verba berpengaruh besar terhadap unsur-unsur yang harus atau boleh ada dalam kalimat tersebut.
Verba adalah : adalah macam-macam kata yang dapat diperluas dengan kelompok kata“ dengan + kata sifat (adjektiva ), dimana adjektiva ini adalah kata yang menyatakan sifat/hal keadaan sebuah benda/sesuatu. Misalnya :
1.      Membaca          dengan teliti
2.      Duduk               dengan santai
3.      Belajar              dengan rajin
Kata membaca, duduk, belajar merupakan verba sedangkan kata teliti, santai, rajin merupakan adjektiva.
NOMINA (KATA BENDA)
        Merupakan semua benda yang dibendakan yang dapat diterangkan atau diperluas dengan kata “ yang+ kata sifat “. Misalnya :
1.      Buku     yang tebal.
2.      Batu      yang keras.
Kata buku dan batu merupakan kata benda ,dan kata tebal, keras adalah kata sifat.
CIRI-CIRI VERBA                                                                                  
            Ciri-ciri verba dapat diketahui dengan mengamati :
·         Perilaku semantisnya ( ilmu makna kata dan kalimat ).
·         Perilaku sintaksis ( ilmu tata kalimat ).
·         Dan bentuk morfologisnya ( ilmu bentuk kata )





















1.      VERBA PROSES
NO

BAHASA INDONESIA

BAHASA DAERAH

KETERANGAN
1




2




3




4



5



6



7



8



9


10


Andi sedang bajalan sore.



Paman sedang memancing di kolam.



Ayah sedang membersihkan kebun.



Adik sedang memakan permen.


Nenek mengunyah bubur.


Kakak memakaikan baju adik.


Ibu membuat kue.



Abangku sedang memperbaiki mesin.


Ibu mengaduk teh.


Berusaha menegakkan tiang pondok bersama-sama.

Andi bajalan potang.




Moman manggail di kulam.



Ubah mausaian kobun.




Adik mamakan gagulo.



Nenek mangunyah bubu.


Akak mamasang baju adik.


Ibu membuat kue.



Udo mambaik’an  mesin.


Umak mangucau ae teh.


Baamai-amai manogak’an  tiang pondok.

                sedang barjalan menyatakan proses. Andi mengayunkankan kakinya disore hari.

             sedang memancing menyatakan proses. Paman menunggu umpan kailnya dimakan ikan.

              sedang membersihkan kebun menyatakan proses, membersihkan dari yang semak menjadi bersih.

              sedang memakan menyatakan proses. Mengunyah permen kemudian ditelan.

              mengunyah merupakan proses, menghaluskan makanan.


               memakaikan menyatakan merupakan proses, memakaikan adik baju.

            menbuat menyatakan proses, mengolah bahan mentah menjadi kue siap makan.

              memperbaiki menyatakan proses, dari yang rusak memjadi dapat dipergunakan lagi.

               mangaduk menyatakan proses, mengaduk-ngaduk air teh.

               menegakkan menyatakan proses, menbuat sebuah tiang berdiri.























2.VERBA KEADAAN
NO
BAHASA INDONESIA
BAHASA DAERAH
KETERANGAN
1


2


3



4


5



6



7



8



9



10
Kaki Andi kemaren luka.

Kasihan sekali melihatnya.

Anak itu menangis.



Kerjaannya hanya melamun.

Tadi preman mabuk.



Rindu yang terpendam.



Anak itu marah.



Tidur telentang.



Luka ini terasa pedih.



Dadanya seperti sesak nafas.

Kaki Andi luko kapotang.

Ibo ati nenggoknyo.


Budak tu managi.



Tamonung yo kojo.


Pareman tadian mabuuk.


Indu nan tapondam.



Budak tu maa.



Tidu talontang.



Taaso podih luko ko.



Dadonyo macam taaso sosak.

           kaki andi dalam keadaan terluka.

            keadaan tersentuh hati melihat sesuatu.

             keadaan mengeluarkan air mata, dan mengeluarkan suara seduh sedan.

              dalam keadaan pikiran  kosong.

               mabuk merupakan keadaan, dalam keadaan tak pusing minum beralkohol.

              rindu menyatakan keadaan, ingin berjumpa dengan sesorang yang dirindukan.

               marah menyatakan keadaan, keadaan sedang tidak stabil.

               terlentang menyatakan keadaan, tidur menghadap keatas langi-langit kamar.

              kata pedih menyatakan keadaan, merasa pedih pada saat tersayat pisau.

              sesak menyatakan keadaan, kadaan yang tidak sehat pernafasan terganggu.























3.VERBA PERBUATAN
NO
BAHASA INDONESIA
BAHASA DAERAH
KETERANGAN
1



2




3



4



5



6



7



8



9


10
Adik mamukul kucing.



Tari membuang sampah.



Baru kemaren belajar menulis.


Ada orang mengetuk rumah.


Mengali cacing untuk umpan.


Ayah menampar nyamuk.


Kakek memotong akar.



Petugas itu mengukur jalan.


Adik tidak bisa membuka baju.

Doni menendang bola.

Adik mamalu kucing.



Tari Menyeak’an sampa.



Bau kamainan balaje manuli.


Ado uwang mangotuk uma.


Mangali cacing untuk umpan.


Ubah manampe nyamuk.


Atan mamangke bangke.


Tukang uku tu maauku jalan.


Adik tak dapat mangucilan baju.

Doni manyepak bola.

               memukul menyatakan perbuatan, memukul dengan menggunakan kayu.

               membuang merupakan perbuatan, bertindak membuang sampah ke tempat sampah.


              menulis menyatakan perbuatan, menggunakan alat tulis menulis sesuatu.

              mengetuk menyatakan perbuatan, dengan menggunakan tangan.

            mengali menyatakan perbuatan, dengan menggunakan alat mencari cacing.

              Memampar menyatakan perbuatan, membunuh nyamuk menggunakan tangan.

               memotong menyatakan perbuatan, memotong menggunakan parang.

              mengukur menyatakan perbuatan, mengukur dengan mengunakan alat.

      kata membuka menyatakan perbuatan, berusaha membuka baju.

              menendang menyatakan perbuatan, menendang menggunakan kaki dalam permainan sepak bola.





















1.      EKATRANSITIF
ð  Merupakan verba yang diikuti oleh satu objek
NO
BAHASA INDONESIA
BAHASA DAERAH
KETERANGAN
1

2


3

4

5
Pak salim sedang manebang pohon.

Toni sedang  belajar mengendarai sepeda motor.

Ayah akan membaca Koran.

ibu sedang memotong ayam .

nenek sedang memakai kebaya.


Pak salim  tongah manobang umpun.

Toni tonga balaje manjalanan kareto.


Ayah nak mamaco Koran.

umak tongah mangoat ayam.

Nenek  tongah mangonak’an kabaya.

ð  Manebang, mengendarai, membaca, memotong, memakai menunjukan  verba ekatransitif karena verba ini hanya memerlukan sebuah  objek .

ð  Sedangkan kata pohon, sepeda motor,koran, ayam, dan kebaya merupakan objek yang mengikuti verba







1.      DWITRANSITIF
Merupakan verba yang dalam kalimat aktif dapat diikuti oleh dua nomina, satu sebagai objek dan satu nya sebagai pelengkap.
NO
BAHASA INDONESIA
BAHASA DAERAH
KETERANGAN
1


2


3


4


5
ani sedang membaca buku biologi.

Ibu akan merapikan lemari adik.

Kakak sedang mencarikan buku adik.

Kakek sedang membaca Koran ayah.

Rani sedang mencoba baju barunya.

Ani tongah mamaco buku biologi.

Umak nak mangadomat’an lambai adik.

Akak tongah mancai buku adik.

Atuk tongah mamaco koran ubah.

Rani tongah mancubo baju bau.

ð  Kata membaca, merapikan, mencarikan,membaca, mencoba menunjukan verba dwitransitif.

ð  Sedangkan nomina sebagai  objek adalah kata buku, lemari, koran, baju. Dan kata biologi, adik, ayah, baru merupakan kata sebagai pelengkap.
















2.      TAK TRANSITIF
Merupakan verba yang tidak memiliki kata benda ( nomina ) di belakangnya yang dapat berfungsi sebagai subjek dalam kalimat pasif.

NO
BAHASA INDONESIA
BAHASA DAERAH
KETERANGAN
1


2


3


4



5
Kami harus mengetik sampai larut malam.

Ayah sudah harus berangkat sekarang.

Petani itu sedang memanen tadi sore .

Silahkan duduk dulu, Bu, ibu sedang  memasak di belakang.

Sepertinya barang ini harus dipindahkan.

kami  mosti mangotik sampai laut malam.

Ubah la nak berangkat kini.

Patani tu tongah mangutip potang tadi .

Duduk lah dolu, bu, umak tongah mamasak di balakang.

Nampaknyo baang ko mosti dipindaan.

ð  Kata mengetik, berangkat, memanen, memasak, dipindahkan merupakan verba tak transitif kerana tidak diikuti oleh nomina ( kata benda ) di belakangnya.